Selamat datang di fun-otaku.blogspot.com
Blog dalam bahasa Indonesia yang mereview anime terbaik, mengulas manga terlaris, tokusatsu, dorama, musik, film, berita seputar animanga, dan segala hal mengenai otaku. Sertakan link aktif blog, jika ingin membagikan berita, artikel, info, atau referensi dari blog ini.
Terima kasih atas kunjungannya :)

Jumat, 20 Mei 2011

Kelompok Antagonis Terkeren #9 Juppongatana

#9 Juppongatana (Rurouni Kenshin)

Juppongatana
Manga : Rurouni Kenshin
Author : Nobuhiro Watsuki
Nama Kelompok : Juppongatana
Nama Lain : The Ten Swords
Deskripsi Singkat : Sepuluh petarung samurai penentang pemerintahan Meiji
Tujuan : Menghancurkan pemerintahan Meiji dan menguasai Jepang
Pimpinan : Shishio Makoto
Anggota : Seta Sojiro, Oonuma Usui, Yukyuzan Anji, Sadojima Hoji, Sawagejo cho, Honjo Kamatari, Kariwa Henya, Iwanbo, Elder Saizuchi, Fuji

Juppongatana adalah kelompok samurai yang dibentuk oleh Makoto Shishio, seorang samurai pembunuh di era sebelum Meiji. Juppongatana dibentuk dengan tujuan untuk menghancurkan pemerintahan Meiji sekaligus untuk menguasai Jepang. Juppongatana muncul sebagai kelompok antagonis dalam arc Kyoto (volume 7-17) manga Rurouni Kenshin.

Tentunya niat jahat Shishio dan Juppongatana mendapat perlawanan dari Kenshin Himura beserta teman-temannya yang tergabung dalam Kyoto Oniwabanshu. Pertempuran diantara masing-masing karakter menjadi pertarungan yang sarat akan emosi, seperti Sanosuke Sagara yang harus melawan gurunya sendiri.

Meskipun lawan yang dihadapi Kenshin umumnya berkelompok seperti Aoshi Shinomori dengan Oniwabanshu atau Enishi Yukishiro dengan Rokunin Nakama, namun Juppongatana mendapat tempat tersendiri dalam cerita Rurouni Kenshin. Dimana Juppongatana merupakan kelompok antagonis dengan jumlah terbanyak yang harus dihadapi Kenshin, dengan tujuan yang besar dan berbahaya, cerita yang kompleks serta pertarungan akhir yang sengit.

Dengan musuh sekelas Juppongatana, tak pelak Kyoto arc merupakan arc terkeren dalam manga Rurouni Kenshin.

Berikut daftar karakter antagonis yang tergabung dalam Juppongatana yang dibentuk Shishio :

Seta Sojiro


Seorang remaja tanggung yang selalu tampak tersenyum, namun dibalik itu semua Sojiro adalah seorang samurai tangguh yang membunuh tanpa perasaan dan menjadi tangan kanan Shishio.
Bocah dengan masa lalu suram ini ditemukan Shishio ketika masih sangat kecil. Sojiro yang selalu tersenyum meskipun dalam keadaan genting menarik perhatian Shishio yang kemudian mengangkatnya sebagai murid.



Uonuma Usui

Merupakan seorang pendekar buta bersenjatakan tombak pendek rochin untuk menyerang dan tempurung kura-kura tinbei untuk bertahan.
Awalnya Usui tidak lah buta, namun pertarungan dengan Shishio di masa lalu lah yang membuat ia kehilangan penglihatan. Namun dibalik kekurangannya tersebut, Usui mendapatkan anugerah lain, yakni Shingan, sebuah kemampuan mendengarkan denyut jantung sehingga dapat menebak posisi seseorang dan emosi orang tersebut.
Meski dendam dengan Shishio, Usui menerima ajakan Shishio untuk bergabung dengan Juppongatana. Hal itu karena dengan bergabung ke Juppongatana, Usui dapat dengan mudah membalas dendam dengan membunuh Shishio kapan saja ia mau.
Namun sebelum dendam terbalaskan, Usui harus berhadapan dengan Saito yang akhirnya mencabut nyawanya. Sebelum kematian Usui, Saito sempat berkata bahwa dengan kemampuan Usui sekarang tak akan bisa mengalahkan Shishio.
Dalam Juppongatana, Usui merupakan orang terkuat nomor dua.

Yukyuzan Anji

Anji merupakan orang ketiga terkuat dari Juppongatana, merupakan seorang mantan biksu yang memiliki masa lalu yang pahit.
Meskipun kelompoknya bernama Juppongatana (ten swords), namun Anji tidak menggunakan pedang dalam pertarungan. Anji yang petarung tangan kosong memiliki teknik Futae no Kiwami, sebuah teknik pukulan dengan menggunakan dua kali hantaman, jari dan tempurung tangan.
Dalam perjalanannya, Anji sempat bertemu dengan Sanosuke Sagara. Sagara yang melihat Anji berlatih, meminta Anji mengajarinya teknik Futae no Kiwami tersebut. Dengan cepat Sagara mempelajari teknik tersebut dan menguasainya.
Saat itu mereka berdua tidak sadar jika mereka berada di dua kubu yang berseberangan dan kelak mereka akan saling berhadapan dalam pertempuran.
Dalam pertempuran tersebut, Sagara berhasil menang dengan menggunakan teknik Sanju no Kiwami. Pada akhir kisah Juppongatana, Anji yang kalah kemudian dihukum 25 tahun penjara di Hokaido.

Sadojima Hoji

Lebih parah dari Anji yang masuk Juppongatana padahal petarung tangan kosong, Hoji malah tidak bisa bertarung sama sekali. Namun yang membuatnya dapat diterima dalam Juppongatana adalah kemampuan organisirnya yang mumpuni, dengan kemampuannya sebagai pengatur strategi, membuat Hoji menjadi orang kedua Shishio dalam memerintah.
salah satu prestasinya adalah membeli Rengoku, kapal perang berukuran raksasa dari pasar gelap untuk menghancurkan kota. Beruntung Kenshin, Sanosuke, dan Saito tiba di saat yang tepat untuk menghancurkan kapal.
Kesetiaan dan loyalitasnya pada Shishio juga menjadi alasan dirinya diterima di Juppongatana. Hoji lah yang paling yakin Shishio dapat merealisasikan ambisinya. Hoji juga sangat yakin Shishio adalah samurai tak terkalahkan dan yakni bisa mengalahkan Kenshin.
Meski akhirnya rencana Shishio dan Juppongatana mengalami kegagalan, namun loyalitas Hoji masih tersisa. Riwayat Hoji tamat di penjara, ia bunuh diri dengan menggigit lidahnya sendiri, dan dengan darahnya ia menulis di dinding sebuah kalimat tanda loyalitasnya pada Shishio.

Sawagejo Cho


Seorang pemburu pedang yang mencari pedang-pedang langka dan unik, termasuk pedangnya yang amat sangat panjang namun fleksibel bernama Urumi.
Cho berhadapan dengan Kenshin ketika memperebutkan pedang terakhir Shakku. Kenshin yang menggunakan pedang lamanya yang sudah rusak kewalahan menghadapi Cho. Namun dengan pedang baru pemberian Seiku (keturunan dari Shakku), Kenshin berhasil mengalahkan Cho.
Dari Cho, Kenshin dan teman-temannya mengetahui banyak informasi mengenai Juppongatana termasuk segala rencana jahat mereka. Selepas Shishio dan Juppongatana berakhir, Cho bahkan bekerja menjadi bawahan Saito sebagai seorang informan.

Honjo Kamatari

Meski terlihat cantik dan berpakaian layaknya perempuan, Kamatari sebenarnya adalah seorang laki-laki. Lebih parah lagi, Kamatari juga seorang homo yang mencintai Shishio dengan sepenuh hati.
Dalam pertempuran, Kamatari bersenjatakan sebuah sabit dengan bandul besi di ujung senjata dengan berat mencapai 30 kilogram, bernama Ogama. Melalui pertarungan sengit, Kamatari berhasil dikalahkan oleh duet Kaoru dan Misao.




Kariwa Henya

Juga disebut Penerbang Henya, teknik bertarungnya disebut Hiku Happa, dimana ia akan terbang lalu melempari musuhnya dengan dinamit dan kadang menggunakan pisau atau pedang.
Henya bersama empat orang Juppongatana lainnya bertugas menyerang Aoi-Ya, markas dari Kyoto Oniwabanshu. Henya berhasil dikalahkan dengan susah payah oleh Yahiko dan pada akhir kisah, Henya dijadikan mata-mata oleh pemerintahan lantaran kemampuannya tadi.

Iwanbo

Makhluk besar, gemuk dengan muka yang terlihat bodoh ini merupakan anggota Juppongatana yang paling tidak berguna. Bagaimana tidak, dalam penyerangannya ke Aoi-ya, Iwanbo hanya diam, tak bergerak, dan tak bicara apapun layaknya orang bodoh. Pada akhir kisah pun, Ia hanya tampak terlihat di pinggir Kyoto.
Kenyataan mengajutkan baru terkuak setelahnya di Jinchu arc, dimana Iwanbo ternyata adalah boneka mekanik yang dikontrol oleh master boneka Gein, yang merupakan salah seorang Rokunin Nakama bentukan Enishi Yukishiro.



Elder Saizuchi

Saizuchi adalah orang tua pendek yang tidak memiliki kemampuan bertarung. Satu-satunya kelebihan yang dimilikinya adalah dapat mengatur manusia raksasa bernama Fuji dan menyuruhnya untuk melakukan apapun yang ia inginkan, termasuk menghancurkan lawannya.
Saizuchi kalah seiring dengan kekalahannya Fuji dari Hiko Seijuro, guru dari Kenshin, ketika penyerangan Aoi-Ya. Saizuchi yang kalah akhirnya bekerja untuk pemerintah di Departemen Diplomasi usai kegagalan rencana Shishio dan Juppongatana.

Fuji


Manusia raksasa yang dikenal dengan sebutan Fuji ini memiliki masa kecil yang pahit karena bentuk tubuhnya yang raksasa. Pada suatu hari, Fuji diserang dan nyris terbunuh, beruntung Saizuchi menemukan dan menyelamatkannya. Namun ternyata Saizuchi malah memanfaatkan kekuatan Fuji dengan memanipulasi pikirannya dan membuatnya menuruti segala keinginan Saizuchi.
Kekalahannya dari Hiko membuat Fuji sadar bahwa ada orang lain yang melihatnya tidak sebagai seorang monster. Akhir kisah Juppongatana, Fuji dipekerjakan oleh pemerintah di utara Hokkaido.

3 komentar:

  1. cuy, kok cuma segini? ketuanya gak dibahas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. namanya juga juppongatana (the ten swords) kalo ketuanya dibahas, jadi sebelas donk :D
      hehehe.. untuk artikel ini yg dibahas memang kelompoknya aja :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...