Jumat, 14 April 2017

Review Film: Your Lie in April Live Action


Diangkat dari anime dan manga berjudul sama, film Shigetsu wa Kimi no Uso atau Your Lie in April sebenarnya sudah lama rilis sejak September tahun lalu. Tapi yah, karena akhir tahun lalu sedang demam Kimi no Na wa, gaung dari adaptasi manga karya Naoshi Arakawa ini pun menjadi tenggelam dan tak terdengar.

Sebagai penikmat versi anime super baper yang menjadi hits awal 2015 ini, tentu FUN mempunyai ekspektasi tinggi terhadap versi live actionnya. Namun seperti jamak diketahui, amat sangat jarang sebuah film live action bisa memuaskan khayal para nijikon. Mungkin ini berlaku juga dengan Your Lie in April.

FUN yang notabene bukan maniak film saja sempat mengernyitkan dahi ketika aktris Suzu Hirose dipasangkan dengan aktor Kento "Yamaken" Yamazaki sebagai pemeran utama Kaori Miyazono dan Arima Kousei. Pasalnya, Suzu Hirose sudah terlalu banyak FUN tonton lewat dua film yang juga adaptasi manga, Chihayafuru part 1 dan 2. Sementara Yamaken melambung melalui peran detektif ikonik L di Deathnote versi dorama.

Sedang naik daun bukan berarti harus muncul di setiap film kan? Termasuk didapuknya Yamaken yang bishonen sebagai Josuke Higashikata yang gahar di live action Jojo's Bizzare Adventure, kan aneh. Begitu pula dengan di Your Lie in April, Suzu Hirose tidak seperti bayangan FUN akan Kaori Miyazono berwujud manusia nyata.

Dari aspek cerita, Your Lie in April berpusat pada Arima Kousei, mantan pianis muda jenius (kira-kira di Indonesia mirip dengan Joey Alexander, hanya beda genre musik) yang mengalami trauma masa lalu dan berpengaruh pada karirnya, namun belakangan dapat bangkit kembali setelah bertemu dengan violinis ekspresif Kaori Miyazono. Nah, di sini aspek durasi kembali menjadi hambatan, adaptasi 2 jam film tidak akan pernah sebanding dengan animenya yang 22 episode.

Kita akan menemukan bagaimana character development dari Arima Kousei berkembang terlalu cepat, kisah friendzone Tsubaki yang bertepuk sebelah tangan terhadap Arima juga tidak terceritakan dengan baik, rival-rival Arima dari masa lalu bahkan tidak muncul dalam film ini, dan berbagai aspek lain yang dipangkas demi durasi. Satu-satunya kelebihan dari film ini dari sisi script adalah penghalusan perspektif Arima terhadap ibunya, termasuk visualisasinya yang tidak se-horror versi anime.

Karena film ini mengangkat musik sebagai salah satu elemen terpenting, FUN rasa film score dan OST yang digunakan tidak mengecewakan. Bisa FUN katakan, OST bertajuk Last Scene yang dibawakan secara apik oleh Ikimono Gakari lebih bagus dari musik versi anime, bahkan jika dibandingkan Kirameki-nya Wacci sekalipun. Saking bagusnya, Last Scene masih menghuni playlist lagu FUN sampai sekarang.

Salah satu scene unggulan dari Your Lie in April, yaitu saat duet Arima dan Kaori membawakan gubahan Introduction and Rondo Capriccioso juga tergambarkan dengan baik. Termasuk saat Arima membawakan Liebesleid-nya Sergei Rachmaninoff dalam perform terakhir sebagai pengantar menuju tear-jerking moment yang meski klise tapi tetap menyentuh.

Overall, bisa dikatakan Your Lie in April adalah film drama yang manis dan layak tonton, terutama untuk yang belum membaca atau menonton animenya. Bagi yang sudah menikmati anime dan manganya, masih banyak aspek yang dipertahankan, baik dari segi tone maupun angle yang digunakan. Suasana yang terbangun masih tetap mirip dengan versi animenya.

Berbagai penyesuaian (termasuk perubahan para karakternya dari siswa SMP menjadi SMA agar lebih realistis) dan segala pemangkasan tidak terlalu berpengaruh dengan plot utama. Yah, memang susah sih memuaskan penggemar anime/manga, segmen ini lebih mengutamakan pakem dibandingkan adaptasi yang lebih bebas seperti halnya film Hollywood adaptasi komik Amerika.

Jadi, dari FUN nilai 7,5/10.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar